Rabu, 02 November 2016

Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa Melalui Media Multimedia Presentasi



MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA PRESENTASI
 
Oleh :
Nurjannah(15010104089)
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Sulawesi Tenggara,Indonesia
Nurjannahjane.blogspot.com

PENDAHULUAN

Peningkatan kompetensi dan kualitas dan sumber daya manusia Indonesia merupakan kebutuhan mutlak,terutama menghadapi perubahan dan perkembangan yang demikian pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebutuhan tersebut akan leih terasa lagi dalam memasuki era pasar bebas. pada era pasar bebas semua aspek kehidupan mempersyaratkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kenyataan menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia relative jauh tertinggal.
dibanding dengan Malaysia,Philipina,Thailand,dan Singapura. Dalam suatu penelitian oleh suatu badan internasinal yang dipublikasikan oleh UNDP (United Nation Delevopment Programme) tahun 2000 menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringat ke 109 dari 1174 negara.
Demikian pula peringkat daya saing sumber daya manusia Indonesia menempati nomor paling buncit di arena internasional. Masyarakat dunia, terutama Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah semakin melebarnya kesenjangan antara kelompok negara maju yang memiliki penguasaan IPTEK dan kelompok negara yang masih tertinggal dalam penguasaan IPTEK. Bagi Indonesia, salah satu upaya untuk mengantisipasinya adalah melalui pembangunan di bidang pendidikan, yakni melalui peningkatan kualitas pendidikan,  yang pada gilirannya  akan meningkatkan  kualitas  sumber daya manusia Indonesia.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh sekolah khususnya dalam pembelajaran  yang menjadi pusat perhatian penelitian adalah dengan menggunakan media pembelajaran multimedia, dengan penggunaan media pebelajaran dengan multimedia, diharapkan peserta didik dapat termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Presentasi adalah salah satu aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari hampir semua bidang pekerjaan saat ini. Presentasi dilakukan pada rapat-rapat rutin, rapat kerja, atau rapat tim dan panitia. Presentasi dilakukan pada saat penyampaian proposal kerja ataupun laporan hasil pekerjaan tersebut. Presentasi produk untuk melakukan penjualan. Guru mengajar dan dosen memberikan kuliah pada prinsipnya adalah presentasi.
Penggunaan media pembelajaran multimedia di sekolah hingga saat ini telah banyak digunakan, namun tentunya hal tersebut tidak berarti semua sekolah telah menggunakan media tersebut. Berbagai permasalahan dalam penggunaan media antara lain: guru belum siap sebagai pengguna, sebagian sekolah belum memiliki sarana untuk penggunaan media tersebut, dan kemampuan guru dalam membuat aplikasi yang menarik masih perlu ditingkatkan tersebut dapat meningkatkan  motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran,  namun pada kenyataan sebagian siswa justru tidak termotivasi untuk mengikuti isi pelajaran, lebih tertarik   dengan   proses pembuatan animasi, dan penggunaan animasi dari media yang digunakan oleh guru.

KAJIAN TEORI

Menurut Hofsteder (Darmawan, 2011: 32) menyebutkan bahwa multimedia dapat dipandang sebagai pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai untuk melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
Menurut Rosch (Darmawan, 2011: 32) mengatakan bahwa multimedia dipandang sebagai suatu kombinasi antara komputer dan video. Microsoft PowerPoint merupakan program aplikasi persentasi dalam komputer (Susilana, 2007: 99). Sebagai program aplikasi presentasi yang populer, Microsoft PowerPoint paling banyak digunakan untuk berbagai kepentingan persentasi, baik persentasi produk, meeting, seminar, lokakarya, dan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan PowerPoint, kita dapat membuat persentasi secara professional dan bahkan jika perlu hasil persentasi dapat ditempatkan di server web untuk diakses sebagai bahan pembelajaran atau informasi yang lainnya. Selain penggunaannya mudah, program PowerPoint dapat diintegrasikan dengan Microsoft yang lainnya seperti Word, Excel, access dan sebagainya (Susilana, 2007: 99)
Jonassen (dalam Sumarno, 2011) mengatakan hal menarik dari multimedia adalah efek seduktif yang dimilikinya. Jonassen telah membuktikan bahwa multimedia memikat perhatian dan memiliki daya tarik yang tinggi untuk digunakan. Unsur visual dan auditori yang menarik merupakan senjata yang ampuh untuk memancing ketertarikan siswa pada kegiatan instruksional, meningkatkan performansi proses instruksional, dan meningkatkan kemampuan retensi dan transfer. Fitur – fitur seperti teks dan tulisan, animasi ilustrasi, musik dan efek suara, video dan lingkungan multimedia dapat memberikan dukungan yang kuat dalam pembelajaran.
Menurut Hannafin dan Peck (dalam Uno, 215: 2007), potensi media komputer dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran antara lain: (1) memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta didik dan materi pelajaran, (2) proses belajar dapat berlangsung secara individual sesuai dengan kemampuan peserta didik, (3) mampu menampilkan unsur audio visual untuk meningkatkan minat belajar, (4) dapat memberikan umpan balik terhadap respon peserta didik dengan segera, (5) mampu menciptakan proses belajar secara berkesinambungan.
Menurut penulis, multimedia adalah salah satu alat media pembelajaran yang menggunakan IPTEK dalam proses pembelajaran, yang dapat menberikan stimulus dan respon pada peserta didik dalam proses belajar-mengajar  dan dapat diterapkan di sekolah untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Dengan adanya multimedia ini pendidik dituntut untuk mengetahui konsep dan penggunaan multimedia.
Jadi, dukungan elektronik memungkinkan komputer digunakan sebagai media untuk mengembangkan atau inovasi-inovasi model pembelajaran yang lebih baik, interaktif, dan berbasis teknologi.
METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian deskriptif, yang meliputi pengumpulan data untuk memberikan penjelasan yang berkaitan dengan subjek maupun objek yang diteliti dengan tujuan agar dapat mendeskripsikan  pengaruh pembelajaran presentasi PowerPoint terhadap pemahaman siswa. Untuk mendapatkan data-data dan informasi yang dibutuhkan, penulis menggunakan metode sebagai berikut.
Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Mahsun (2007:233), penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan   data   deskriptif   berupa kata-kata bertujuan  untuk memahami fenomena sosial termasuk fenomena kebahasaan.
Penelitian Kepustakaan Pada metode ini, pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan menelaah literatur-literatur yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah ini dan berhubungan dengan materi karya ilmiah ini.
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik, diperlukan metode  penelitian yang baik dan dapat dipercaya. Cara mengolah data-data tersebut menjadi kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas belajar siswa melalui media pembelajaran yang berbasis multimedia presentasi.

PEMBAHASAN
   A.    Pengertian Media Pembelajaran
Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Heinich et.al., 2002; Ibrahim, 1997; Ibrahim et.al., 2001).
Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses  pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, media pembelajaran  adalah  segala sesuatu  yang   dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat   merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran dan informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa).
   B.     Pengertian Media Berbasis Presentasi
Pembelajaran presentasi merupakan salah satu metode pembelajaran. Penggunaannya yang menempati frekuensi paling tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang dikembangkan telah memberikan pengaruh yang sangat besar bukan hanya pada pengembagan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir pada bidang presentasi pembelajaran akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya.
Media presentasi adalah pesan atau materi yang akan disampaikan dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji atau proyektor.biasanya materi yang disajikan berupa teks,gambar,animasi dan video yang digabung dalam kesatuan yang utuh.
Berkat keefektifannya dalam penyajian pesan,maka saat ini media presentasi banyak diaplikasikan untuk keperluan pendidikan dan pembelajaran.Tentu saja ini bukan berarti bahwa media presentasi merupakan media paling cocok untuk semua materi dan topik pembelajaran.
Presentasi merupakan salah satu metode pernbelajaran. Penggunaannya yang menempati frekuensi paling tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang dikembangkan, telah memberikan pengaruh yang sangat basar bukan hanya pada pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir pada bidang presentasi dengan alat bantu komputer telah menyebabkan perubahan tuntutan penyelenggaraan pembelajaran. Di antaranya tuntutan terhadap peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru dalam mengolah bahan-bahan pembelajaran ke dalam media presentasi yang berbasis komputer.
Keterampilan melakukan presentasi adalah salah satu modal untuk berhasil dalam bekerja. Mempelajari bagaimana melakukan presentasi yang efektif akan sangat membantu dalam melakukan pekerjaan.
Salah satu program aplikasi yang handal untuk membuat presentasi adalah MS PowerPoint. PowerPoint salah satu anggota keluarga dari Microsoft Office dalam OS Windows. Sejak pertama kali Windows dilucurkan (Windows 1.1), PowerPoint sudah disertakan. Versi terbaru dari PowerPoint adalah MS PowerPoint 2003. PowerPoint 2003 jauh lebih canggih dari pada nenek moyang PowerPoint generasi pertama yang akan dijelaskan nanti.
Menguasai program PowerPoint akan sangat membantu dalam melakukan presentasi. PowerPoint banyak memiliki kemampuan dan fasilitas. Semua kemampuan dan fasilitas PowerPoint tersebut harus didayagunakan secara optimal agar presentasi berjalan efektif., dalam presentasi guru dapat memberikan materi yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.sehinnga siswa termotivasi dan minat belajar semakin baik dan hasil belajarpun akan baik. Melakukan presentasi yang efektif dengan menggunakan PowerPoint:
a.       Aplikasi yang digunakan.
Sekarang sudah banyak penggunaan presentasi multimedia,contohnya perangkat lunak software yang digunakan untuk membuat media presentasi dan banyak jenis software yang harus dibeli atau didapat misalnya:program visual basic,makromedia flash, direktor, authorware, dream weaver dan masih banyak lagi. Dintara banyak jenis software tersebut, salah satunya biasa digunakan dikalangan pendidik khususnya guru adalah microsoft powerpoint.
b.      Prinsip pengembangan media presentasi untuk pembelajaran.
Beberapa prinsip berikut perlu anda pertimbangkan ketika akan mengembangkan media presentasi:
-            Harus dikembangkan sesuai dengan prosedur pengembangan instruksional.
-            Harus diingat bahwa media presentasi berfungsi sebagai alat bantu mengajar.
-          Pengembangan media presentasi mempertimbangkan atau menggunakan secara maksimal segala potensi dan karakteristik yang dimiliki oleh jenis media presentasi itu.
-          Prinsip kebenaran materi dan kemenarikan sajian.Materi yang disajikan harus benar substansinya dan disajikan secara menarik.
c.       Teknis penulisan naskah pada media presentasi.
Kegiatan yang kita lakukan pada saat menulis naskah media presentasi adalah mengurangi materi-materi pokok sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.Agar materi tersebut dapat dituangkan kedalam media presentasi dengan baik,adapun beberapa teknis yang harus diperhatikan antara lain:
-          Tetukan topik sesuai dengan materi yang disampaikan.
-          Siapkan materi yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
-          Identitas bahan-bahan tersebut untuk diseleksi mana yang sesuai dengan karakteristik media presentsi.
-          Tuangkanlah pesan-pesan yang akan disajikan dalam bentuk teks(kata-kata), gambar, animasi dan lain-lain.
-          Pastikan bahwa materi yang ditulis telah cukup lengkap,jelas dan mudah dipahami oleh peserta.
-          Sajikan isi materi secara berurut dan sistematis agar mempermudah penyajian dan pesan mudah dipahami.
d.      Langkah-langkah pembuatan media presentasi.
Langkah-langkah pembuatan media presentasi misalnya dengan menggunakan program aplikasi microsoft powerpoint XP 2003 adapun langkah-langkahnya:
1.      Membuka program.
2.      Mulai menulis.
3.      Memberi warna teks.
4.      Membuat animasi teks.
5.      Memberi background pada tampilan slide.
6.      Masukkan gambar dengan teknik insert.
7.      Masukkan video dengan teknik insert.
8.       Membuat hyperlink pada media presentasi.

  C.   Tujuan  dan manfaat presentasi
Tujuan media berbasis presentasi adalah sebagai berikut
1.Menginformasikan: presentasi berisi informasi yang akan disampaikan kepada siswa) sehingga siswa dapat menerima informasi dengan baik dan tidak salah presepsi terhadap informasi yang diberikan tersebut.
2.Meyakinkan: presentasi berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun secara logis sehingga menyakinkan siswa atas suatu topik tertentu. Kondradiksi dan ketidakjelasan informasi dan penyusunan yang tidak logis akan mengurangi keyakinan siswa atas presentasi yang diberikan.
3. Membujuk: presentasi yang berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun secara logis agar siswa mau melakukan suatu aksi/tindakan. Presentasi dapat berisi bujukan, atau rayuan yang disertai dengan bukti-bukti sehingga orang merasa tidak ragu dan yakin untuk melakukan suatu tindakan.
4. Menginspirasi: presentasi yang berusaha untuk membangkitkan inspirasi siswa
5. Menghibur: presentasi yang berusahan untuk memberi kesenangan pada siswa melalui informasi yang diberikan.
Manfaat media berbasis presentasi adalah sebagai berikut :
1.Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2.Mengatasi keterbatasan ruang,waktu tenaga dan daya indra.
3.Menimbulkan gairah belajar,interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
4.Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
5.Memberikan rangsangan yang sama,mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
6.Proses pembelajaran mengandung lima komponen, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pengajaran.
D.    Kelemahan dan kekurangan media presentasi
Pembuatan media presentasi sangat penting bagi para guru dalam proses belajara – mengajar, guru tidak lagi harus, menulis di papan tulis melainkan cukup dengan menampilkan media presentasinya yang telah dibuat di power point. Media presentasi memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan media presentasi adalah :
- Dapat menyajikan teks, gambar, foto, animasi, audio dan video sehingga lebih menarik
- Dapat menjangkau kelompok banyak
- Tempo dan cara penyajiannya bisa disesuaikan
- Penyajiannya masih bisa bertatap muka
- Dapat digunakan secara berulang-ulang
- Bahan materi-materinya mudah didapat dan pembuatannya tidak terlalu rumit sehingga tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya pembuatannya.
Kekurangan atau kelemahan media presentasi adalah :
- Ketergantungan arus listrik sangat tinggi
- Media pendukungnya (komputer dan LCD) cukup mahal
- Penggunaan media ini sangat tergantung pada penyaji materi (penyaji harus menguasai betul materinya)
- Masih sangat terbatas guru yang mampu membuat media presentasi
- Disajikan hanya dalam bentuk teks dan kebanyakan hanya berbentuk animasi-animasi gambar saja

   E.   Prosedur Pemanfaatan Media Berbasis Presentasi dalam Proses Pembelajaran.
Media berbasis presentasi khususnya power point digunakan pada fase dua sampai fase ke-empat yang dilakukan pada kegiatan inti atau pada pertengahan pembelajaran.Media presentasi yang banyak digunakan saat ini adalah Presentasi Power Point Ini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling mudah dan paling praktis sehingga paling banyak dipergunakan oleh kebanyakan pembicara, baik pembicara seminar, workshop, dan juga guru di kelas. Hendaknya, setiap guru paling tidak mempunyai kemampuan untuk membuat materi ajar dalam bentuk presentasi Power Point ini. Meskipun paling sederhana, Power Point memberikan fasilitas yang cukup hebat untuk membuat media ajar.
Media berbasis presentasi dalam proses pembelajran di gubakan pada setiap fase-fase pembelajran yaitu pada kegiatan awal, kegiatan inti da kegiatan penutup. Contohnya pada model pembelajaran direct intraction ( pembelajaran langsung).
Kegiatan awal :
-          Mengecek persiapan siswa
-          Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
-          Guru memotivasi siswa, caranya dengan menampilkan gambar yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
Kegiatan inti :
-          Mendemonstrasikan pengetahuan
-          Guru menjelaskan tentang materi yang akan diajarkan
-          Membimbing pelatihan
-          Guru menampilkan soal-soal yang akan diberikan kepada siswa supaya guru tidak lagi menulis di papan tulis soal latihan tersebut.
Penutup :
-          Guru memberikan tugas dirumah
-           Guru menampilkan tugas-tugas rumah pada slide supaya siswa lebih cepat menyalin dan guru tidak lagi capek menuliskan tugas- tugas tersebut.

PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan menggunakan teknik kajian kepustakaan, media pembelajaran multimedia presentasi merupakan media yang praktis yang dapat memudahkan guru mengajarkan materi yang akan diajarkan dan memudahkan siswa untuk memahami pelajaran dengan media presentasi yang disajikan oleh guru.
Dalam pembelajaran guru dituntut untuk kreatif dalam membuat sajian yang dapat memotivasi siswa dalam belajar, dalam multimedia presentasi yang banyak digunakan adalah power point. didalam powerpoint dapat di kombinasikan antara gambar,video,dan lain sebagainya.
Siswa biasanya senang belajar dengan adanya gambar atau animasi-animasi yang ditampilkan oleh guru. Dengan adanya multimedia presentasi ini sangat membantu guru untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.


REFERENSI

Jurnal Pendidikan Humaniora Vol. 2 No. 4, Hal 358-367, Desember 2014

Eko Khoerul Nurnawawi,Multimedia.https://ekokhoerul.wordpress.com/2012/06/27/definisi multimedia-dari-para-ahli/#more-55 diakses pada tgl 19 Oktober 2016
Eko Khoerul Nurnawawi, Definisi dan keunggulan Multimedia PowerPoint.https://ekokhoerul.wordpress.com/2012/06/27/definisi-dan-keunggulan-multimedia-powerpoint.html. di akses 19 Oktober 2016.
F Hector,Bagaimana meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pemanfaatan multimedia pembelajaran.http://eprints.uny.ac.id/9755/1/BAB%201%20-%2007105244017.pdf. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2016
Jurnal Zaku,Diana.30 Oktober.Media Pembelajaran Berbasis Powerpoint.
e-Jurnal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Teknologi Pendidikan (Vol: 2 No. 1Tahun: 2014)